Page 6 - Microsoft Word - SNI 8491-2018 Identifikasi jenis kayu (verif HK)
P. 6
SNI 8491:2018
3.7
warna kayu
warna pada kayu yang umumnya terdiri dari campuran berbagai warna, dapat bervariasi
menurut jenis, posisi di dalam batang, dan kondisi lingkungan karena ditentukan oleh
kandungan zat ekstraktif
3.8
corak kayu
gambar atau kesan dekoratif yang terdapat pada bidang/penampang radial atau tangensial
3.9
arah serat
orientasi memanjang (longitudinal) sel-sel penyusun kayu
CATATAN Pada dasarnya ada dua macam arah serat: lurus (straight grain) dan miring (cross grain)
3.10
serat lurus (straight grain)
orientasi sel-sel longitudinalnya sejajar dengan sumbu batang
3.11
serat miring (cross grain)
orientasi sel-sel longitudinalnya membentuk sudut terhadap sumbu batang. Serat miring
dibedakan atas serat terpilin (spiral grain), serat berpadu (interlocked grain), serat
bergelombang (wavy grain), dan serat diagonal
3.12 “Hak cipta Badan Standardisasi Nasional, copy standar ini dibuat untuk Komite Teknis 79-01: Hasil Hutan Kayu, dan tidak untuk dikomersialkan”
tekstur kayu
ukuran diameter sel-sel dominan penyusun kayu (serabut dan sel pembuluh pada kayu daun
lebar; sel trakeida pada kayu daun jarum)
CATATAN Kayu dikatakan bertekstur kasar apabila diameter sel-sel penyusun kayu berukuran besar,
sedangkan bertekstur halus apabila diameter sel penyusunnya kecil. Diantara keduanya dikatakan kayu
bertekstur sedang (moderate)
3.13
kilap kayu
kesan yang timbul pada permukaan radial dan atau tangensial kayu apabila terkena
sinar/cahaya
CATATAN Kayu dikatakan mengkilap apabila permukaannya memantulkan sinar; sebaliknya dikatakan
kusam apabila permukaannya tidak memantulkan sinar. Kilap ditentukan oleh isi sel jari-jari kayu. Kilap
disini berbeda dengan kesan permukaan kayu akibat proses finishing
3.14
kesan raba
kesan yang diperoleh saat meraba permukaan kayu (radial dan tengensial), bisa licin, berlilin,
berminyak, atau kesat
3.15
bau
bau pada kayu yang disebabkan oleh kandungan zat ekstraktif
© BSN 2018 2 dari 26

