Page 5 - Microsoft Word - Modul Management Fasilitas Iradiasi
P. 5

ISO 11137 Part 1



               Pendahuluan

               ISO  11137-1  adalah  standar  yang  diakui  secara  internasional  yang  menetapkan
               persyaratan  untuk  pengembangan,  validasi,  dan  kontrol  rutin  proses  sterilisasi  untuk

               perangkat  medis  yang  menggunakan  radiasi.  Standar  ini  memastikan  bahwa  proses
               iradiasi dikontrol  secara  efektif untuk  mencapai sterilitas  sekaligus  menjaga  integritas

               produk.  Penerapan  ISO  11137-1  di  fasilitas  iradiasi  memastikan  kepatuhan  terhadap

               persyaratan peraturan, menjaga konsistensi proses, dan meningkatkan keamanan dan
               efektivitas produk.


               Elemen Sistem Manajemen Mutu (Klausul 4)

               ISO 11137-1 menekankan pentingnya sistem manajemen mutu (QMS) yang terstruktur

               untuk mengendalikan dan memelihara proses sterilisasi iradiasi. QMS yang ditetapkan
               dengan baik memastikan bahwa langkah-langkah kontrol mutu, dokumentasi proses, dan

               pemantauan kepatuhan diterapkan secara efektif di fasilitas iradiasi.


               Karakterisasi Agen Sterilisasi (Klausul 5)
               Memahami sifat-sifat agen sterilisasi (misalnya, sinar gamma, berkas elektron, atau sinar-

               X) sangat penting untuk memastikan sterilisasi yang efektif. Fasilitas harus menentukan

               persyaratan  dosis,  karakteristik  penetrasi,  dan  kompatibilitas  material  untuk
               mengoptimalkan hasil sterilisasi sekaligus menjaga integritas produk.


               Karakterisasi Peralatan (Klausul 6)

               Fasilitas iradiasi harus memastikan bahwa peralatan sterilisasi, termasuk sumber radiasi,

               sistem  konveyor,  dan  struktur  pelindung,  memenuhi  spesifikasi  kinerja.  Kalibrasi  dan
               pemeliharaan  peralatan  memainkan  peran  penting  dalam  mencegah  penyimpangan

               yang dapat memengaruhi efektivitas sterilisasi.








                                                              4
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10